Pada postingan kali ini penulis ingin membagikan mengenai pengalaman mengikuti kegiatan "para-para pinang, pentas seni dan diskusi konservasi penyu belimbing" yang diadakan di Asrama Tambraw Yogyakarta. Kegiatan dilakukan pada hari rabu, 25 juli 2018 pukul 17.00-20.00 WIB dengan narasumber Bapak Yohanes Sundoy kegiatan dimulai dengan doa dan pemutaran film dokumenter mengenai konservasi penyu belimbing di Tambraw. Inti dari pemutaran film ini adalah telah diadakannya prosesi adat yang mana menghasilkan kembalinya penyu belimbing ke pantai setelah hampir 23 tahun yaitu dari 1992-2015 penyu belimbing tidak bertelur di pesisir pantai jamursba medi .
Dari cerita rakyat ini sudah bisa diambil maknanya bagaimana konservasi penyu belimbing dilakukan di tambraw. Maka kearifan-kearifan lokal seperti ini harus dipertahankan dan dijaga agar hidup berdampingan dengan damai dan aman. Sehingga selama 20 tahun terakhir bapak Yohannes telah mempelajari dan mengajak masyarakat untuk memanggil kembali penyu belimbing dengan dilakukannya prosesi adat. Dan pada tahun 2015 pertama kalinya penyu belimbing kembali lagi ke pantai jamursba medi dan bertelur dipantai ini. Saat ini pantai jamusrba medi sudah disebut dengan nama jeen womom dan ditetapkan sebagai lokasi konservasi penyu baik itu penyu belimbing, penyu hijau, penyu sisik dan lekang. Womom berarti penyu dalam bahasa tambraw
Semoga bermanfaat
Wa..wa..wa..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar