RIP
Hidup dan mati memang rahasia Tuhan, setiap hari ada kelahiran dan kematian. Hidup dan mati adalah pasti. Hari ini saya merasa maut itu dekat untuk kita orang Papua, sepanjang perjalanan pulang belanja dipasar tadi saya melihat tiga rumah duka yang jaraknya tidak begitu jauh. Apa salah dan dosa kita sehingga hidup terasa singkat dan tak bermakna, masyarakat bahkan pejabat dan pembesar ditanah ini mati sebelum mekar. Banyak peristiwa menyayat hati yang berkaitan dengan mati dan hidup ini.
Hari ini dua tahun lalu masyarakat nduga terkocar kacir karena tanah dan kampungnya dijadikan lahan operasi militer. Masyarakat mengungsi meninggalkan kampung halaman dalam perjalanan yang penuh ketakutan ditemani panas terik dan kedinginan malam. Hingga saat ini para pengungsi tetap tinggal di kamp-kamp pengungsi. Ada anak yang lahir ditengah hutan saat sang ibu dalam perjalanan ketempat aman dan diberi nama pengungsi. Ada orang yang mati ditengah jalan karena kelaparan dan sakit. Tidak hanya berhenti di Nduga yang sampai saat ini masih mengungsi, operasi militer ini tetap digencarkan dibeberapa tempat lainnnya yaitu masyarakat banti di Tembagapura dan masyarakat Intan jaya selepas adanya penembakan dikedua daerah tersebut.
Sayang seribu sayang nyawa harta dan tahta di Papua ini bagaikan duri dalam daging. Entah sampai kapan penderitaan ini berakhir yang saya tahu dan sadari bahwa kita sedang tidak baik-baik saja.