Rabu, 02 Desember 2020

RIP

Desember 02, 2020 0 Comments

 

Hidup dan mati memang rahasia Tuhan, setiap hari ada kelahiran dan kematian. Hidup dan mati adalah pasti. Hari ini saya merasa maut itu dekat untuk kita orang Papua, sepanjang perjalanan pulang belanja dipasar tadi saya melihat tiga rumah duka yang jaraknya tidak begitu jauh. Apa salah dan dosa kita sehingga hidup terasa singkat dan tak bermakna, masyarakat bahkan pejabat dan pembesar ditanah ini  mati sebelum mekar. Banyak peristiwa menyayat hati yang berkaitan dengan mati dan hidup ini.

Hari ini dua tahun lalu masyarakat nduga terkocar kacir karena tanah dan kampungnya dijadikan lahan operasi militer. Masyarakat mengungsi meninggalkan kampung halaman dalam perjalanan yang penuh ketakutan ditemani panas terik dan kedinginan malam. Hingga saat ini para pengungsi tetap tinggal di kamp-kamp pengungsi. Ada anak yang lahir ditengah hutan saat sang ibu dalam perjalanan ketempat aman dan diberi nama pengungsi. Ada orang yang mati ditengah jalan karena kelaparan dan sakit.  Tidak hanya berhenti di Nduga yang sampai saat ini masih mengungsi, operasi militer ini tetap digencarkan dibeberapa tempat lainnnya yaitu masyarakat banti di Tembagapura dan masyarakat Intan jaya selepas adanya penembakan dikedua daerah tersebut.

Sayang seribu sayang nyawa harta dan tahta di Papua ini bagaikan duri dalam daging. Entah sampai kapan penderitaan ini berakhir yang saya tahu dan sadari bahwa kita sedang tidak baik-baik saja.

Selasa, 01 Desember 2020

Doa Hati Kecil

Desember 01, 2020 0 Comments

 

Hari pertama di bulan terakhir dalam kalender tahun ini. Awal dan akhir selalu berkesan dalam kehidupan kita. Setiap momen dalam kehidupan ini, entah itu momen bahagia, semangat, sedih, sakit, susah, pasrah, putus asa, dan lain sebagainya. Dengan demikian kita selalu berhadapan dengan pilihan, entah pengambilan keputusan tersebut diambil saat awal atau akhir selalu menyebabkan dampak baik dan buruk. Dua hal ini berjalan berdampingan ada awal ada akhir, ada baik ada buruk, dan ada sebab ada akibat. Manusia tidak pernah dan tidak akan berjalan tanpa salah satunya. Bersyukur akan hidup ini kita sampai dipenghujung tahun, hari ini 59 tahun silam terbentuk embrio Negara Papua Barat, hari ini 33 tahun silam tercetus program pencegahan AIDS, hari ini juga kebanyakan umat kristiani menyambut gerbang natal kelahiran Yesus.

Detik berganti detik, menit berganti menit, jam berganti jam, hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Embrio sejak 59 tahun lalu selalu bertumbuh dia menjadi fetus dan siap dilahirkan. Dalam prosesnya selalu dihambat oleh sang ibu dan ayah yang ingin tidak ingin melahirkannya, tidak ingin menjadi tua dan mati dalam kandungan sang embrio melawan. Tapi apa daya jika ukuran embrio 2 – 4 mm diukur dari bagian atas kepala sampai bokong berbanding ukuran ayah dan ibu yang rata-rata sekitar 1,6 m (5-6 kaki). Tercengkeram ia terpaksa dan dipaksa untuk hidup dalam rahim walau usia terlampau tua dan plasenta semakin menipis. Harapan dan doa selalu dipanjatkan hingga saat yang dinanti akan datang mendekat sehingga keberlangsungan hidup anak cucu akan baik-baik saja.

Berkaitan dengan anak cucu sudah sejak lama AIDS menjadi momok ditanah Papua banyak anak muda, dan bahkan orang tua menjadi korban. 11/12 dengan virus korona yang merebak akhir tahun lalu 2019 dan banyak memakan korban ditahun ini. Ada ketakutan penularan yang sangat dasyat sehingga banyak penolakan untuk menghindari orang dengan AIDS atau ODHA dan orang dengan corona. Dua penyakit ini sama-sama disebabkan oleh virus dan menyerang bagian paling vital yaitu kekebalan tubuh dan pernapasan. Virus tak kasat mata ukurannya sangat kecil berkisar 20-300 nanometer,virus hanya bisa dilihat dengan mikroskop electron. Sekecil itu tapi mengapa bisa memberi dampak yang besar bahkan mematikan, hal ini dikarenakan virus adalah agen infeksi yang bereproduksi dalam sel kita, memaksa sel dalam tubuh kita untuk memproduksi ribuan salinan gen virus dalam sel kita dan menyebabkan infeksi bertambah parah. Untungnya setiap virus bekerja spesifik kepada sel atau jaringan yang akan mereka serang kemudian bereproduksi sehingga bisa cepat dikenali dan melakukan pengobatan. Untuk itu tidak perlu takut malu minder dan merasa putus harapan, lakukan pencegahan kenali penyebabnya dan lakukan pengobatan. Semua orang punya hak hidup yang sama ko tra kosong kalo ko jaga diri.

Hari ini juga hingar bingar menyambut gerbang natal didendangkan, tentu ada sukacita dan harapan besar bahwa Dia sang mesias dan juruselamat akan hadir ditengah-tengah kita. Natal membawa harapan dan kesukaan besar bagi umat kristiani dan banyak hal yang dapat dipetik dari momen ini. Pertama bunda Maria yang bersedia dan berkata “aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku seturut kehendakMu’ merupakan bukti kesediaan bunda Maria kepada Allah dalam karya penyelamatan-Nya, Kedua Santo Yosep menerima tanggung jawab panggilannya menjadi suami yang setia dan siap siaga mengayomi keluarganya. Ketiga kelahiran Yesus sang mesias dan juruselamat dikandang kota betlehem yang sederhana dan jauh dari kemewahan mengajarkan kita untuk tetap rendah hati. Sang mesias datang bukan hanya untuk orang pejabat, orang berduit, dan orang yang punya segala harta dan tahta, tetapi juga untuk orang tertindas, budak, buruh, dan orang yang sering dipandang sebelah mata.

Dari ketiga momen diatas dapat disimpulkan bahwa mengawali ataupun mengakhiri sesuatu dalam hidup dan bersinggungan dengan kesulitan yakin dan percaya ada jalan dan makna dibalik itu.  Semoga hari ini dan seterusnya kita hidup damai aman nyaman dan indah tanpa keterpaksaan, kepahitan, dan ketertindasan.