Minggu, 18 November 2018

# Experience # Papuan student

Pameran Poster "BIofarmasi & Analisa Resiko Kesehatan" di Gedung IAMA UKDW

Foto : Usai Pameran
Syalom guys.. 
Pada blog kali ini saya ingin berbagi informasi mengenai kegiatan pameran yang dilakukan di Gedung Iama Universitas Kristen Duta Wacana Pada hari Senin, 21 Mei 2018. 

Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa bioteknologi angkatan 2015 dalam rangka memenuhi tugas matakuliah Biofarmasi dan Analisa Resiko Kesehatan yang di ampuh Dosen Matakuliah drh. Djohan MEM.Ph,D. 

Dimulai dari pukul 08.00-17.00 WIB kegiatan ini banyak memberikan informasi yang berguna bagi mahasiswa bioteknologi yang datang mengikuti kegiatan pameran termasuk saya. 

Dari hampir dua puluhan kelompok yang mengikuti pameran saya hanya berkesempatan untuk mendengarkan penjelasan dari 4 kelompok. 

Kelompok pertama terdiri dari 3 orang yaitu Josefina Lesnusa, Junengsi C. Dakhoklory dan Natalia Sibariang. Mereka memilih topik "Obat Batuk Basah" untuk matakuliah biofarmasi dan "Cacing dalam Sarden" untuk matakuliah ARK. 

Kelompok kedua terdiri dari 3 orang yaitu Anngriani Hanni, Yohani Aprilia S dan Claudia Astari. Kelompok ini memilih topik "Obat Diare" untuk matakuliah biofarmasi dan "Residu Antibiotik pada Daging Ayam" untuk matakuliah ARK.

Kelompok ketiga terdiri dari 4 orang yaitu Tecla Annabella, Awasien Matrruty, Eka Kurniaty dan Yubelina Imbenay. Topik yang dipilih yaitu "Ottopain Obat Tetes Telinga" untuk matakuliah biofarmasi dan "1,4 Dikholorobenzene di Rumah dan Kantor" untuk matakuliah ARK. 
Photo by: Josefina

Kemudian kelompok terakhir terdiri dari 3 orang yaitu Marien A.S.P, Dissa Christalonika dan Maria H. Ohoira. Mereka membahas tentang "Obat Anti Penuaan" untuk matakuliah biofarmasi dan "Pemaparan Dioxin Pada Pembalut" untuk matakuliah ARK. 

Disini saya tidak akan membahas lebih detail kesemua topik yang kami diskusikan namun secara umum akan saya jelaskan mengenai apa saja yang kami pelajari dengan bertukar informasi dari poster yang telah mereka buat. 

Pada poster biofarmasi secara umum keempat kelompok ini harus mengetahui bahan aktif dari setiap obat yang mereka bahas, kemudian ada incipient atau bahan tambahan obat dan fungsinya seperti apa. Selain itu dalam ilmu biofarmasi ada FARMAKOKINETIKA dan FARMAKODINAMIKA dari semua obat. Kedua hal tersebut menjelaskan masuknya obat dari absospsi hingga eliminasi dan respon tubuh terhadap obat yang masuk kedalam tubuh apakah menyebabkan efek terapeutik atau justru sebaliknya menyebabkan kontraindikasi. 

Kemudian pada poster ARK (Analisa Resiko Kesehatan) keempat kelompok penyaji poster menyampaikan topik yang berbeda-beda namun secara umum tidak terlepas dari bahan-bahan berbahaya apa saja yang dapat menyebabkan efek jangka pendek maupun panjang pada manusia yang terpapar sumber pencemaran. 
Photo by: Claudya

Pada kelompok pertama yang membahas "Cacing dalam Sarden" sudah terjadi kasus di Riau bahwa Badan POM telah menarik sarden yang telah mengandung cacing agar masyarakat tidak terkena efek samping dari sarden yang telah mengandung cacing ini. 

Diduga cacing tersebut berasal dari ikan yang digunakan dalam pembuatan sarden yang tidak mati pada saat dimasak dengan suhu tinggi, namun tidak menutup kemungkinan bahwa kontaminan cacing dapat masuk melalui bahan-bahan tambahan dalam sarden seperti tomat bawang dan lain sebagainya. Kemudian pada kelompok 2 yang membahas tentang "Residu Antibiotik pada Daging Ayam" menyebutkan terdapat beberapa antibiotik yang sering dipakai pedagang ayam agar daging ayam yang dijual tetap baik. 

Namun penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat menyebabkan efek pada manusia yang memakannya karena dapat menyebabkan gagal ginjal dan gangguan organ tubuh lainnya. Sehingga harus pilah pilih ayam yang baik jika kepasar karena banyak pedagang-pedagang nakal yang tidak mengikuti aturan dan menggunakan antibiotik pada ayam secara berlebihan. Kelompok ketiga membahas tentang "1,4 Dikhrolorobenzene di Rumah dan Kantor" yang mana bahan ini sering digunakan pada bahan-bahan seperti kapur barus, pengharum ruangan, dan juga pada bahan-bahan pangan. 
Photo by: Efraim
Pemaparan yang terus menerus terjadi dan melebihi batas normal baik melalui inhalasi maupun oral dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal. Kemudian kelompok terakhir membahas tentang "Dioxin pada Pembalut" telah kita ketahui bersama pembalut setiap bulan digunakan oleh para wanita diseluruh belahan dunia. Ternyata terdapat salah satu bahan berbahaya yang digunakan dalam pembuatan pembalut yaitu Dioxin, bahan ini digunakan untuk memutihkan bahan kertas yang digunakan dalam pembuatan pembalut. 

Efek sampingnya yaitu dapat menyebabkan kanker serviks untuk itu melihat fenomena kanker serviks yang banyak di Indonesia ada baiknya pemerintah melalui lembaga pendidikan dapat melakukan penelitian mengenai kandungan dioxin pada pembalut-pembalut yang beredar di Indonesia. Karena belum ada standar penggunaan dioxin di Indonesia khusunya pada pembalut, karena bahkan di luar negeri telah ditulis pembalut ini free dioxin. Akhir kata terimakasih buat mahasiswa bioteknologi angkatan 2015 yang telah menyelenggarakan pameran dan sudah berbagi ilmu yang dipelajari. 
Kemudian terimakasih juga kepada bapak Djohan selaku pengampuh matakuliah yang telah memilih topik-topik yang sangat berguna dan bermanfaat untuk dipelajari mahasiswa dan kemudian berguna untuk kehidupan sehari-hari.  

Semoga bermanfaat 
wa,,wa,,wa,,😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar