![]() |
| Gambar : Ilustrasi (Google) |
Syalom guys... Semua dari kita pasti punya orang tua yang terdiri dari ayah dan ibu. Mereka membangun suatu hubungan yang kemudian melahirkan buah cinta mereka yaitu anak-anak.
Pada postingan Kali ini saya ingin membahas tentang ayah. Bagi saya ayah mempunyai peran sangat penting bagi kehidupan saya walaupun ayah saya dipanggil Tuhan tahun 2007 pada waktu usia saya baru menginjak 11 tahun.
Ayah saya bukan orang besar pejabat pemangku kuasa dan lain sebagainya namun beliau merupakan raja di hati saya. Bagi saya kerendahan hati,kesabaran, dan kemurahan hati beliau membuat banyak orang sayang dan peduli kepadanya.
Ayah sosok yang membuat saya belajar bahwa kejahatan tidak harus dibalas dengan kejahatan, namun dengan kebaikan. Kemarahan tidak harus dibalas dengan kemarahan namun dengan senyuman. Caci maki tidak harus dibalas dengan caci maki namun dengan tutur kata yang baik.
Dengan sepeda ontelnya beliau selalu mengantarkan saya ke TK. Effata dan SD Impress Mulele Wamena dengan tidak kenal lelah setelah pagi hari menyelesaikan pekerjaan kebun disamping rumah kemudian mengantarkan saya dan masuk kantor Perindagkop.
Dari beliau saya belajar artinya kerja keras dan semangat hidup tanpa pamrih dan pantang menyerah. Ketiga anaknya (kakak saya) bersekolah di pulau jawa pada tahun 90-an dan beliau masih bisa mengelola keuangan walaupun dengan gali lobang tutup lobang alias utang.
Sekarang saat mereka sudah sukses hasil keringat beliau belum benar-benar beliau terima Karena telah pergi. Namun walau bagaimanapun bagi kami anak-anaknya, beliau selalu hidup dihati kami dan berjalan bersama kami mengarahkan kami sehingga tidak jatuh atau keluar dari jalur maka jalan kami lurus dan tidak berliku-liku.
Tulisan ini saya persembahkan untuk ayah-ayah maupun calon ayah-ayah hebat yang sangat setia dan pekerja keras dalam keluarga, membangun setiap anggota keluarganya menjadi pribadi yang baik dan berkarakter baik, berakhlak dan berbudi pekerti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar